Dear Gitabaliners,
Untuk mendengarkan streaming radio Gitabali.com,
Untuk mendengarkan streaming radio Gitabali.com,
silakan gunakan salah satu player di bawah:



Itunes Winamp Real Player VLC
Dengan streaming stereo, Khusus bagi yang menggunakan Windows Media Player, silahkan install plugin tambahan: AAC+ plugin



Itunes Winamp Real Player VLC
Dengan streaming stereo, Khusus bagi yang menggunakan Windows Media Player, silahkan install plugin tambahan: AAC+ plugin

Mengenal KASTA & WARNA
October 27th, 2009 | posted by deXMbo
KASTA & WARNA
Om Swastyastu,
Banyak Orang terpengaruh terhadap propaganda pandangan
orang-orang Barat tentang Kasta, padahal di Hindu (Veda)
tidak ada kasta yang ada adalah warna:
Kasta sendiri berasal dari bahasa portugis : caste, bukan dari bahasa India...yang artinya suku bangsa
Sementara itu warna sangat berbeda dengan kasta: Warna adalah penggolongan manusia karena pekerjaan/profesi.
Di dalam Veda disebutkan
tentang warna ini:
yaitu, Catur Warna:
1. Brahmana
2. Ksatria
3. Wesia
4. Sudra
Brahmana adalah orang-orang yang menekuni kehidupan spiritual dan ketuhanan, para cendikiawan, intelektual
Ksatria adalah orang-orang yang bekerja/bergelut di bidang pertahanan dan keamanan/pemerintahan
Wesia adalah orang-orang yang bergerak dibidang ekonomi
Sementara sudra adalah orang-orang yang bekerja mengandalkan tenaga/jasmani ..
Dan penggolongan ini tidak diturunkan..Artinya kalau sang Ayah Brahmana, tidak otomatis anaknya menjadi Brahmana...
Menurut Veda, Brahmana menempati posisi yang diagungkan, artinya Veda mendukung masyarakat yang dipimpin oleh orang-orang Intelektual/Bijaksana
(Civil society) dan tidak sekedar kekuasaan/kekuatan...
Apa yang terjadi di India adalah distorsi dari ajaran-ajaran Veda.. di Indonesia sendiri kasta tidak ada, yang ada adalah wangsa (garis leluhur)...
Wangsa yang ada di Bali sebagai contoh hanya sebagai pengenal bahwa garis leluhurnya mereka dahulu berasal dari keluarga tertentu : misalnya,
soroh pande, artinya keluarga mereka pada jaman dahulu adalah
"pengrajin/pande-besi",
Arya Kenceng Tegeh Kori contoh lain artinya jaman dahulu
keluarga mereka dari kelompok "Arya"
(ksatria yang berasal dari jawa masuk ke Bali)...
Jadi tidaklah benar kalau umat Hindu itu mengenal kasta..
ini merupakan bentuk pelecehan,
maka masyarakat Bali dan nama Hindu menjadi buruk,
banyak saudara2 dibali masih salah paham tentang Kasta, apalagi orang-orang lain yang tinggal di luar Bali...mungkin karena Umat Hindu kurang mensosialisasikan secara gamblang apa itu wangsa/warna...
Dan nama yang ada di Bali bukan berarti itu kasta, itu Wangsa:
contoh :
nama saya misalnya I Gusti deXMbo,dan leluhur saya dulu adalah Ksatria yaitu Arya KencengTegeh Kori, apakah saya ksatria??? Tentu bukan!
Karena Saya seorang Designer bekerja di salah satu Konsultan,
(Private Company), seorang yang digaji, maka saya sebenarnya sudra (buruh)...
siapa itu para ksatria???
Para ksatria adalah bapak-bapak yang bekerja di pemerintahan,
para polisi,militer yang bergerak dibidang pertahanan...
ini hanya sekedar share..
mudah2an semua mengerti tentang hal ini,
buat yang tidak setuju...
mohon maaf kalo pemahaman ini salah.
suksma,
deXMbo
Om Swastyastu,
Banyak Orang terpengaruh terhadap propaganda pandangan
orang-orang Barat tentang Kasta, padahal di Hindu (Veda)
tidak ada kasta yang ada adalah warna:
Kasta sendiri berasal dari bahasa portugis : caste, bukan dari bahasa India...yang artinya suku bangsa
Sementara itu warna sangat berbeda dengan kasta: Warna adalah penggolongan manusia karena pekerjaan/profesi.
Di dalam Veda disebutkan
tentang warna ini:
yaitu, Catur Warna:
1. Brahmana
2. Ksatria
3. Wesia
4. Sudra
Brahmana adalah orang-orang yang menekuni kehidupan spiritual dan ketuhanan, para cendikiawan, intelektual
Ksatria adalah orang-orang yang bekerja/bergelut di bidang pertahanan dan keamanan/pemerintahan
Wesia adalah orang-orang yang bergerak dibidang ekonomi
Sementara sudra adalah orang-orang yang bekerja mengandalkan tenaga/jasmani ..
Dan penggolongan ini tidak diturunkan..Artinya kalau sang Ayah Brahmana, tidak otomatis anaknya menjadi Brahmana...
Menurut Veda, Brahmana menempati posisi yang diagungkan, artinya Veda mendukung masyarakat yang dipimpin oleh orang-orang Intelektual/Bijaksana
(Civil society) dan tidak sekedar kekuasaan/kekuatan...
Apa yang terjadi di India adalah distorsi dari ajaran-ajaran Veda.. di Indonesia sendiri kasta tidak ada, yang ada adalah wangsa (garis leluhur)...
Wangsa yang ada di Bali sebagai contoh hanya sebagai pengenal bahwa garis leluhurnya mereka dahulu berasal dari keluarga tertentu : misalnya,
soroh pande, artinya keluarga mereka pada jaman dahulu adalah
"pengrajin/pande-besi",
Arya Kenceng Tegeh Kori contoh lain artinya jaman dahulu
keluarga mereka dari kelompok "Arya"
(ksatria yang berasal dari jawa masuk ke Bali)...
Jadi tidaklah benar kalau umat Hindu itu mengenal kasta..
ini merupakan bentuk pelecehan,
maka masyarakat Bali dan nama Hindu menjadi buruk,
banyak saudara2 dibali masih salah paham tentang Kasta, apalagi orang-orang lain yang tinggal di luar Bali...mungkin karena Umat Hindu kurang mensosialisasikan secara gamblang apa itu wangsa/warna...
Dan nama yang ada di Bali bukan berarti itu kasta, itu Wangsa:
contoh :
nama saya misalnya I Gusti deXMbo,dan leluhur saya dulu adalah Ksatria yaitu Arya KencengTegeh Kori, apakah saya ksatria??? Tentu bukan!
Karena Saya seorang Designer bekerja di salah satu Konsultan,
(Private Company), seorang yang digaji, maka saya sebenarnya sudra (buruh)...
siapa itu para ksatria???
Para ksatria adalah bapak-bapak yang bekerja di pemerintahan,
para polisi,militer yang bergerak dibidang pertahanan...
ini hanya sekedar share..
mudah2an semua mengerti tentang hal ini,
buat yang tidak setuju...
mohon maaf kalo pemahaman ini salah.
suksma,
deXMbo
- deXMbo's blog
- Login or register to post comments
Gitabali Top Ten Request
Minggu ke 4 Bulan Agustus 2010
1. Tresna di Hati - DJ De Budhi
2. Trisna - Astina
3. Alih Tiang Mulih - Gek Diah&Dek Ama
4. Baju Anyar - Dek Ulik
5. Mamitra - D Ubud Band
6. Sampunang Adi Takut - Alin
7. Tresna Sujati - Elly S
8. Bulan di Ibaraki - Shandika & Oka Triani
9. Gelas di Lemari - Ray Peni
10. Meme - Badeng
Posted by Admin 22/08/2010
1. Tresna di Hati - DJ De Budhi
2. Trisna - Astina
3. Alih Tiang Mulih - Gek Diah&Dek Ama
4. Baju Anyar - Dek Ulik
5. Mamitra - D Ubud Band
6. Sampunang Adi Takut - Alin
7. Tresna Sujati - Elly S
8. Bulan di Ibaraki - Shandika & Oka Triani
9. Gelas di Lemari - Ray Peni
10. Meme - Badeng
Posted by Admin 22/08/2010





siwabali
tetapi pada hakekatnya marilah kita sama-sama rembug,cari jalan yang terbaik,buat hindu ini lebih modrn,...
Om swastiastu, sebelumnya
om suastyastu
Suksma
Suksma Ewick..
Betul sekali...
tidak ada yang melarang mempunyai Aktivitas beraneka ragam..
tapi Biasanya di dalam Pemerintahan ada Batasan..
untuk mempunyai profesi yang lain
dan juga Catur Warna hanya sebagai simbul atau nama
untuk mengelompokan profesi2 tsb
supaya mempunyai system dalam bermasyarakat
dan tidak mengikat..
dalam kata lain jika profesi berubah otomatis nama Warna berubah
Wangsa juga semestinya perlu kita ketahui....
untuk mengenang leluhur kita semasa hidupnya
menghargai dan menghormati..apa yang pernah dilakoni didunia ini..
itulah tujuan kita untuk menciptakan TRI HITA KARANA.
suksma,
deXMbo
kategori warna apakah saya??
masih ngetren ya budaya kasta??? waduh2..syukur deh sejak lahir sy ga terdoktrin warisan feodal yg sebenarnya berniat memecah belah bangsa Indonesia khususnya bali tempoe doeloe..ttg wangsa juga saya ga paham, hanya satu konsep berpikir saya..saya harus ingat dgn leluhur dan mendoakan mrk setiap hari meski tidak begtu mengenal asal-muasal darah kelahiran saya..dgn bagaimana mungkin kita bercita-cita merubah paradigma masyarakat jika kita sendiri terdoktrin dgn konsep 'kasta' yg selama ini disalahartikan dgn mengolong-golongkan individu meski itu terkait profesi..kenapa juga perlu (ato penting banget ya) menggolongkan seseorang dr profesinya masing2?? tidakkah masing2 warna yg ada di kehidupan ini seharusnya menjadikan hidup semakin 'berwarna' dgn melakukan swadharma masing2???
bagaimana jika profesi yg saya lakoni berganti2 setiap harinya??? dulu saya jd guru kemudian krn PHK saya menjadi wirausaha alias pedagang, berubah juga kah golongan warna saya??
>>> itu hanya contoh kasus saja, bagaimana jika profesi saya rangkap2 jabatan, pagi saya menjalankan tugas sbg POLWAN (polisi wanita) yg masuk gol Kesatrya, kemudian pulang saya mengecek kondisi sawah warisan orangtua (sudra), lalu buka warung (Waisya) mpe sore, trus malamnya saya bantu suami memimpin persembahyangan di pura (brahmana), saben hari minggu pagi saya jg mengajar anak2 sekolah belajar agama Hindu (brahmana)
>> tidakkah hal tersebut sangat menyenangkan??? melakoni berbagai profesi yg mewarnai hidup ini..hehehehe..
OM Santih, Santih, Santih OM
salam ilfil dgn konsep kasta
with love,
ewick
bali di makassar
Kasta
Suksma atas komentarnya,
Pak Komang Gede,
baru bisa jawab, maklum sibuk meburuh..
saya ini Sudra bukan golongan Bijaksana,
itu diatas hanya sebuah tulisan,
pak komang tidak mengenal saya secara detil,
tapi itu ngga terlalu penting, yang penting...
tulisan diatas bisa bermanfaat buat saudara2ku, khususnya umat Hindu.
dengan Harapan agar tetap setia menjalankan apa yang sudah di wariskan
oleh leluhur kita mengenai konsep agama hindu yang ada dibali, yang mengacu
Kebenaran ajaran Veda.
Kenapa saya posting Artikel ini...???
karena saya punya cerita tentang 3 teman saya yang baru saya kenal
yang menyangkut masalah diatas masalah Kasta,
dan kebetulan 3 teman saya itu berasal dari India
tepatnya di daerah kettungal-Kerala India,
mereka bilang dahulu keluarga mereka beragama Hindu, karena Kasta keluarga mereka Sudra sering kali dihina selalu dikesampingkan dari kasta2 lainnya dalam bermasyarakat, sehingga terbelenggu oleh kebodohan dan kemiskinan..,
hingga akhirnya keluarga mereka mencoba beralih agama lain yaitu Islam..
sehingga sekarang ini semua keluarganya beragama Islam.
selain Kasta juga ada aliran atau Sekte2 banyak berkembang..di India
yang fokus terhadap salah satu dewa, konon salah satu dewa tersebut lebih mendengarkan doa2 kelompok aliran atau sekte tersebut,
itu yang menyebabkan kebingungan mereka tentang ajaran Veda...
Veda (Sruti) ajarannya sangatlah Luas..mempunyai sastra2 begitu banyak
dari Catur Veda berisikan pujian2 terhadap Ida Sang Hyang Whidi
yang isinya kurang lebih 23389 mantra,
belum lagi Smertinya..dengan Dharmasastranya...
distorsi pemahaman Veda berakibat melenceng dari Kebenaran
jangan sampai dibali mempunyai cerita yang sama kayak di India.....
apalagi sekarang sudah ada aliran2 bermunculan..
Kita sebagai umat Hindu dibali apa yang sudah diwariskan oleh leluhur kita
supaya tetap menjaga konsep yang sudah ada..
yaitu system religi yang sudah paten..
mengacu ke pokok2 kepercayaan yaitu Panca Srada..
dan pelaksanaannya dengan cara beryadnya,,mengacu kepada Panca Yadnya...
semua itu bertujuan untuk kelestarian kesejahteraan...
supaya tercapai Hubungan yang Harmonis antara Manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia dan Manusia dengan alam sekitarnya...yang kita kenal dengan Tri Hita Karana.
Tambahan,
jadi disini jelas bahwa,
distorsi tentang pemahaman Catur Warna
tidak akan tercapai keharmonisan hubungan Manusia dengan Manusia,
seperti yang dialami 3 teman saya itu,
dan melenceng dari kebenaran Tri Hita Karana
semoga artikel ini menjadikan bahan perenungan
buat saudara2ku umat Hindu,
mohon maaf atas kelancangan saya ini telah berani
mengangkat persoalaan ini ke muka publik,
dan terimakasih buat Gitabali.
Ngomong2 apa betul geginan pak komang seperti itu??
kalo betul..menurut saya itu digolongkan ke jenis usaha
yaitu dagang..
apa yang dijual??? yang dijual adalah jasa..(kehalian)
orang yang berkecimpung dalam transaksi jual beli..itu disebut dagang
kategorinya Wesia..bergerak dibidang ekonomi...
suksma,
deXMbo
sistem kasta di bali sdh
kasta, wangsa, dan pelecehan hindu?