Untuk mendengarkan streaming radio Gitabali.com,


Itunes Winamp Real Player VLC
Dengan streaming stereo, Khusus bagi yang menggunakan Windows Media Player, silahkan install plugin tambahan: AAC+ plugin

Sedikit ttg HIV/AIDS
Om swastyastu semeton sareng sami.
Ampurayang tyang nulis niki dalam bahasan Indonesia, karena yening tyang nulis nganggen Bhs Bali, belum tentu 2 bulan selesai tulisan niki ^_^
Beberapa waktu yang lalu ada semeton yg bertanya pada tyang – lewat jalur pribadi – ttg HIV/AIDS. Dari cara bertanyanya, tyang menyimpulkan bahwa semeton nike ten uning informasi dasar ttg HIV/AIDS, dan sepertinya banyak diantara kita yang juga tidak tau ttg hal ini. Padahal kita semua berada pada lingkungan yang penuh risiko tertular HIV/AIDS. Ini yang mendorong tyang untuk menulis di Blog Gitabali. Tyang bukan ahli dibidang ini, tapi semoga pengetahuan tyang yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk semeton sareng sami, yang kebanyakan berada di rantau.
HIV/AIDS adalah penyakit yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ibaratnya sebuah negara, tubuh kita punya tentara yang tugasnya menjaga dari serangan jamur, bakteri, virus dan berbagai kuman lainnya. Tentara ini disebut sebagai antibodi. Berbagai kuman ini ada di udara yang kita hirup, di air yg kita minum atau pakai gosok gigi atau cuci tangan, di lantai tempat kita duduk, di tuts komputer, dan berbagai tempat lainnya tergantung pada kondisi lingkungan. Namun berkat antibodi yang ada di tubuh kita, berbagai kuman ini meskipun masuk ke tubuh lewat kulit, hidung, mulut dan sebagainya, tidak sampai menyebabkan kita sakit. Saat kita bersin atau batuk, itu adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh atas masuknya kuman dalam jumlah yg cukup besar dengan mengeluarkannya lewat mulut atau hidung. Makanya kalau bersin atau batuk, harus ditutup pakai tissue atau saputangan agar tidak menulari orang lain. Kalau kondisi tubuh kita fit, tubuh bisa menghasilkan antibodi dalam jumlah yg cukup sehingga serangan kuman bisa ditahan. Kalau kita tidak fit (kurang makanan bergizi, kurang istirahat, kurang tidur), jumlah antibodi yang bisa dihasilkan tubuh lebih rendah dari yg seharusnya. Itulah sebabnya orang yang kurang fit ditunjang dengan cuasa yang kurang bersahabat, akan mudah terkena flu. Karena pada dasarnya virusnya sudah ada dalam tubuh, tinggal nunggu waktu kapan antibodi kita lemah dan dia bisa menyerang.
Kembali ke masalah HIV tadi, sesuai dengan namanya (HIV = human immunodefficiency virus), virus ini menyerang antibodi yang menjaga tubuh kita dari berbagai kuman. Begitu kuatnya virus ini (tidak ada antivirusnya) sehingga sekuat apapun antibodi kita, tidak akan mampu menahan serangan virus ini. Pelan-pelan tapi pasti, antibodi kita terkikis. Saat itulah, virus dan kuman lain yang ada dengan mudah menyerang tubuh kita karena tentara kita sudah dilumpuhkan. Makanya, orang yang dikatakan meninggal akibat HIV, sebenarnya yg membunuh orang itu bukan virus HIV-nya. Bisa saja yang membunuh adalah virus flu biasa, yang jadi luar biasa kuat akibat sudah tidak ada lagi antibodi yang menjaga pertahanan tubuh. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kondisi orang yang sudah tertular HIV, kemudian terkena pnyakit meningitis (radang selaput otak) misalnya..., pasti yang bersangkutan langsung dijemput oleh Betara Yama...
Karena tidak ada obatnya, yang bisa kita lakukan adalah MENCEGAH jangan sampai tertular. Virus HIV ini hidupnya di dalam darah, cairan mani, cairan vagina, dan air susu ibu, jadi penularannya selalu lewat aliran dari berbagai cairan tersebut. Cairan darah dalam tubuh kita mengalir lewat saluran seperti saluran pipa di rumah. Saluran ini melewati semua organ vital dan tidak vital dalam tubuh kita, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kalau kita tergores sedikit dan kemudian berdarah, artinya ada saluran darah yg terkena goresan dan bocor. Artinya lagi, saluran itu terbuka dan berhubungan dengan dunia luar tubuh kita. Pada saat ini, berbagai kuman yang ada di udara atau pada benda apapun yang menyentuh luka tersebut, akan dengan mudah masuk ke dalam saluran darah dan ikut mengalir ke seluruh tubuh. Kalau pas yang masuk ke darah itu adalah kuman yang memang doyan hidup di darah, maka dia akan berkembang biak dengan cepat dan nempel di organ2 yang dilaluinya (jantung, paru, otak, dll).
Untuk mencegah masuknya HIV ke dalam tubuh kita, maka kita harus mengenali cara-cara penularannya, yaitu:
1. Lewat jarum suntik dari penderita HIV ke orang yang masih sehat. Makanya diberbagai fasilitas kesehatan sudah diberlakukan standar 1 jarum suntik/jarum infus/bor gigi untuk 1 pasien (sekali pakai). Ini juga yang menyebabkan para pemakai narkoba dengan jarum suntik berisiko tinggi tertular HIV. Demikian juga dengan mereka yang suka menggunakan tatto/tindik, jika jarumnya tidak diganti (bukan sekali pakai) maka akan berisiko tertular penyakit.
2. Lewat hubungan seksual. Ingat bahwa virus ini juga hidup di air mani dan cairan vagina. Jadi jika seorang laki-laki memiliki virus ini dalam tubuhnya, dengan mudah dia menularkan pada pasangannya. Demikian juga sebaliknya. Selain itu, luka sekecil apapun yang terjadi akibat hubungan seksual yang terlalu bersemangat, sudah cukup untuk menjadi jalan masuknya virus dari penderita HIV/AIDS ke non penderita HIV/AIDS. Pemakaian kondom tidak bisa menjamin 100% untuk tidak tertular karena ukuran virus lebih kecil dari ukuran pori-pori kondom sehingga virus masih bisa lewat.
3. Lewat transfusi darah. Jelas orang yang menderita HIV/AIDS tidak boleh menyumbangkan darahnya. Namun pada kondisi darurat, atau pada daerah terpencil kadang tidak sempat dilakukan tes terhadap darah tersebut sehingga ada risiko penularan penyakit.
4. Lewat ASI. Ibu yang sudah tertular HIV akan bisa menularkan ke bayi yang masih disusuinya.
Dari hasil penelitian, cara penularan no. 1 dan 2 adalah yang paling banyak terjadi, dan keduanya terkait dengan faktor perilaku. Kalau kita bisa menjaga perilaku agar tidak kecanduan narkoba dan melakukan seks bebas, maka kita akan terhindar dari risiko paling besar untuk tertular HIV.
Oya, saat tertular HIV seseorang bisa saja tidak mengetahuinya. Karena virus ini bisa masuk diam-diam (melalui 4 cara di atas) serta hidup dan berkembang biak dalam tubuh orang tersebut selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa ada gejala. Padahal begitu seseorang tertular virus ini, dia langsung berpotensi menularkannya lagi ke orang lain, tanpa disadari oleh kedua belah pihak. Itulah sebabnya, data mengenai jumlah penderita HIV/AIDS selalu dikatakan sebagai fenomena gunung es. Artinya yang “ketahuan” menderita HIV/AIDS jauh lebih sedikit dari jumlah yang sebenarnya, karena itu tadi..., gejala belum terlihat/belum dirasakan sehingga dianggap tidak menderita HIV/AIDS.
Jadi semeton sareng sami, marilah kita hidup dengan cara-cara yang aman-aman saja dengan menghindari perilaku yang berisiko. Terlepas dari hak asasi setiap orang untuk berbuat apa saja selama tidak merugikan orang lain, ingatlah bahwa kita semua punya sanak saudara dan teman-teman yang pasti akan bersedih dan ikut repot bila terjadi sesuatu yang buruk menimpa kita. Artinya, ya tetap saja merugikan orang lain.
Jadi, mengapa harus mempertahankan masa depan untuk sesuatu yang pernuh risiko dan tidak layak untuk ditanggung...?
- andayani's blog
- Login or register to post comments
Gitabali Top Ten Request
1. Tresna di Hati - DJ De Budhi
2. Trisna - Astina
3. Alih Tiang Mulih - Gek Diah&Dek Ama
4. Baju Anyar - Dek Ulik
5. Mamitra - D Ubud Band
6. Sampunang Adi Takut - Alin
7. Tresna Sujati - Elly S
8. Bulan di Ibaraki - Shandika & Oka Triani
9. Gelas di Lemari - Ray Peni
10. Meme - Badeng
Posted by Admin 22/08/2010





Peduli
Suksma, Artikel yang bagus tentang masalah mengenai kepedulian sosial
walaupun judulnya SEDIKIT tentang HIV/AIDS,
namun kalo kita bener2 peduli dengan tulisan ini,
BANYAK sekali manfaatnya..buat diri kita
juga buat lingkungan di sekitar kita,
Walaupun sudah banyak sekali penyuluhan2 yang sudah dilakukan
baik melalui media ataupun penyuluhan oleh beberapa elemen yang peduli
akan hal ini, namun tetap terus digalakan supaya tercipta kesadaran
dan kepedulian tentang Virus jahat ini.
Terakhir Agustus 2009 di Bali saja sudah tercatat 3047 penderita,
tersebar di seluruh kabupaten/kota Sebali.
itu yang tercatat, dan kemungkinan yang tidak ketahuan
jumlahnya bisa lebih besar,seperti yang sudah disampaikan oleh
Saudari Andayani bahwa Virus ini menyerang kita, tanpa kita sadari
melalui saluran2 yang mengalir mengikuti cairan yang ada dalam tubuh
dengan pola hidup atau perilaku yang kurang baik'
Pada September 2009 baru2 ini di Kamboja,
National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID)
telah menciptakan vaksin percobaan dan terbukti mampu mencegah
penularan Virus HIV yang menyebabkan AIDS.
Walaupun sudah akan ditemukan Vaksin yang benar2 menyembuhkan
penyakit ini,namun pola hidup dan prilaku yang baik tetap harus dijaga,
dan harus dimulai dari diri kita masing masing.
untuk diri KITA dan untuk ORANG LAIN.
Hiduplah Baliku dari kepedulian2 sosial seperti Artikel diatas
mengenai pola hidup atau prilaku terlepas dari HAK ASASI Manusia,
supaya tercipta BALI yaitu Bersih Aman Lestari dan Indah.
Suksma,
deXMbo
Eling........!